Polres Madiun– Menjelang Suran Agung, Kepolisian Sektor Saradan Polres Madiun, melarang pemilik bengkel melayani pemasangan knalpot modifikasi atau brong pada sepeda motor. “Kami ingin giat Suran Agung tidak bising,” kata Aiptu Handoko Bhabinkamtibmas desa Sukorejo saat berdialog dengan pemilik bengkel di desa Sukorejo kecamatan Saradan kabupaten Madiun. Jumat (11/8/17) siang.

Larangan itu, kata Aiptu Handoko, sengaja disampaikan jauh hari sebelum giat tiba. Selain lewat spanduk, para kepala polsek gencar mendatangi bengkel dan tokoh masyarakat di wilayahnya untuk memberitahukan soal larangan knalpot brong. Sebab, kata dia, menjelang Suran Agung, polisi akan melakukan razia besar-besaran khusus knalpot brong. “Sebelum ditindak, diberi peringatan dulu,” ujarnya.

Parto, pemilik Bengkel Motor di desa Sukorejo kecamatan Saradan kabupaten Madiun, mengatakan larangan itu sulit diterapkan kecuali ada polisi yang ditempatkan di tiap bengkel. Dia mengaku dilematis bila harus menolak order karena mayoritas pemasangan knalpot brong adalah kenalan, tetangga, hingga keluarga dekat. “Lagi pula, kami ini cari uang. Ibaratnya ada nasi, masak tidak kami makan, sangat dilematis,” ucapnya.

Kata Parto, bila menilik aturan ini, sepeda motor knalpot brong tapi tidak bising boleh berkeliaran di jalanan, tanpa perlu takut ditilang polisi. Dia menyarankan, saat merazia knalpot, polisi mesti melakukan uji kebisingan sebelum menilang. “Karena banyak knalpot nonstandar pabrik sudah dilengkapi peredam suara,” ucapnya.(srd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here